Harian Sederhana, Bogor – Ruang kelas inklusi di SDN Bojongsari 01, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Bojongsari rupanya menjadi harapan para guru di sekolah itu untuk dibangun.
Pasalnya, sekolah yang sudah sudah sekitar satu dekade memiliki siswa inklusi terbanyak di wilayah Kecamatan Bojongsari belum memiliki ruang kelas khusus, namun pada 2019 ini ruang kelas inklusi itu akhirnya bisa dibangun menyusul dana bantuan Dana Alokai Khusus (DAK) senilai Rp120 juta.
Amin Fauzi, salah satu guru yang diberi kepercayaan mengawasi pebangunan ruang kelas inklusi mengatakan, bantuan pembangunan ruang kelas ini sangat berarti bagi siswa inklusi.
Karena, dalam kegiatan belajar siswa anak berkebutuhan khusus ini meski belajar bersama dengan siswa lainnya, namun pada hari tertentu mereka belajar maupun berlatih dengan guru inklusi khusus sehingga membutuhkan ruang kelas.
“Kalo selama ini mereka memiliki ruang kelas sementara di ruangan perpustakaan, di ruang tersebut juga dilengkapi berbagai alat alat sekolah, termasuk permainan,” ujarnya pada Selasa (10/12).
Dengan tersedianya ruang kelas yang sekarang ini hampir selesai dibangun, nantinya para siswa tersebut bisa memanfaatkannya sehingga anak-anak ABK tersebut tidak hanya belajar didampingi guru khusus, tapi juga bisa berkreasi dengan kelengapan alat alat yang ada di ruang kelas.
Sekarang ini, ditambahkannya, ruang kelas yang dibangun tinggal hanya menuntaskan pemasangan keramik, pengecatan dan perapihan bagian teras. Batas waktu pembangunan hingga 20 Desember 2019.
“Di ruang kelas ukuran 5 x 6 m2 juga dilengkapi meja kursi, dan sarana prasana lainnya,” pungkasnya. (*)