Harian Sederhana, Karawang – Beras bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang diperuntukkan bagi dapur umum di seluruh desa se-Kabupaten Karawang dinilai sejumlah kalangan tak layak konsumsi. Padahal mulai Minggu (10/05) telah ada beberapa desa yang membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga Karawang di pedesaan akibat penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Karawang.
Bahkan kondisi beras yang akan dikonsumsi masyarakat Karawang tersebut melalui dapur umum juga dikeluhkan beberapa kepala desa, seperti yang diungkapkan Kepala Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Endang Macan Kumbang mengatakan, bahwa beras tersebut sangat tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat Karawang.
“Karena Kecamatan Kutawaluya belum didistribusikan ke desa-desa lalu saya ambil contoh beras tersebut dari beberapa desa di Kecamatan Rengasdengklok, kondisi beras berwarna kuning kehitam-hitaman, bau apek dan banyak terdapat kutu. Sangat tidak layak untuk dikonsumsi,” tegas Endang, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya.
Di tempat berbeda, Kepala Bulog Sub Divre Karawang- Bekasi, Rusli mengatakan beras bantuan peruntukan dapur umum di Kabupaten Karawang merupakan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Karawang dengan kualitas medium.
“Dibelinya pada tahun 2018 lalu disimpan di kita, di Bulog gitu, itu beras medium jangan disamakan dengan beras kualitas premium. Didistribusikan oleh kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Karawang, waktu diambil pun diperiksa lebih dulu dan diambil yang bagus,” jelasnya, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Minggu (10/5).
Rusli pun menyarankan untuk konfirmasi langsung kepada kepala DKP Karawang yang waktu itu mengambil langsung beras tersebut di gudang Bulog. Rusli pun menyarankan bagi penerima yang mengeluhkan kualitas beras tersebut untuk mengembalikannya dan ditukar dengan beras yang kondisinya lebih baik.
“Bisa dikembalikan, kenapa nggak bisa?. Kalau memang tidak layak konsumsi ya ditukar dengan teknis melaporkan kondisi beras tersebut ke Dinas Ketahanan Pangan. Kan saya juga sudah pernah bilang ke pak Kadarisman,” pungkasnya.
Sementara itu kepala Dinas Ketahanan Pangan Karawang, Kadarisman belum bisa dimintai keterangannya meski telah beberapa kali dihubungi melalui sambungan teleponnya. (*)