Menu ✖

Mode Gelap

Menu ✖

Mode Gelap

Depok

IPPI : Yeti Bisa Jadi Kuda Hitam

badge-check


					Peneliti Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI) Muhammad Yusuf Asyari. Perbesar

Peneliti Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI) Muhammad Yusuf Asyari.

Harian Sederhana, Depok – Walau nama Pradi Supriatna santer kembali dicalonkan oleh Gerindra sebagai Calon Wali Kota Depok di Pilkada 2020 nanti, tapi sampai saat ini surat keputusan atau SK belum dikeluarkan oleh DPP Gerindra.

Karenanya, masih kemungkinan nama Pradi Supriatna akan diganti oleh calon lain. Salah satu nama potensial yang kemungkinan dapat menjegal Pradi adalah Yeti Wulandari. Apalagi, Yeti telah meraih hattrick sebagai anggota dewan dan dua kali menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok.

Jadi wajar bilamana nama Yeti muncul dan digadang-gadang sebagai calon kuat selain Pradi. Analisis tersebut disampaikan Peneliti Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI) Muhammad Yusuf Asyari.

“Kalau saya lihat, Gerindra masih wait and see ya. Sepertinya mereka (Gerindra) belum mau untuk langsung membuka front persaingan dengan sekutu lamanya (PKS). Karenanya, Yeti itu sosok yang fleksibel,” tutur Muhammad Yusuf Asyari kepada wartawan, Minggu (21/02).

Walaupun ada indikasi Gerindra dan PKS bakal berpisah di Pilkada Depok 2020, Yusuf menyebut masih bakal ada kejutan lain yang bakal terjadi. Terutama perihal siapa sosok yang akan diusung oleh Gerindra, apakah tetap memilih Pradi atau menimbang opsi lain yakni Yeti Wulandari.

Menurut Yusuf, persaingan Pradi dan Yeti bakal memanas memperebutkan tiket Pilkada Depok. Sebab, baik Yeti maupun Pradi punya kapabilitas mumpuni. Namun Pradi, kata Yusuf lebih sedikit unggul lantaran kini menjabat sebagai wakil wali kota.

“Kemudian relasi dengan elite-elite partai di Depok juga bagus. Dua kali ikut Pilkada (2009). Tapi Yeti bisa jadi kuda hitam, beliau matang sebagai legislator. Apalagi dia (Yeti) pimpinan DPRD Kota Depok. Satu sama lain kuat lah,” kata Yusuf.

Dia berkeyakinan penentuan siapa jagoan Gerindra akan tergantung dengan dinamika koalisi. “Termasuk keputusan PKS. Saya yakin, akan mempengaruhi rekomendasi DPP (Gerindra),” katanya.

Terpisah, Yeti Wulandari mengaku dirinya enggan untuk ‘blusukan’ mencari tahu kapan surat rekomendasi untuk calon wali kota diturunkan DPP Gerindra. Ia pun mengaku masih selow dalam menatap tahapan pilkada yang akan berlangsung pada 23 September 2020 mendatang.

“Saya engga tahu (soal surat rekom dari DPP) dan saya engga mau cari tahu. Beda ya kalau saya berhasrat untuk maju, saya cari tahun kapan turun (rekom dari DPP). Saat ini saya masih adem-adem saja, lagipula saya masih melakukan tugas (Wakil Ketua DPRD Kota Depok),” kata Yeti saat ditemui wartawan, Jumat (22/02).

Yeti mengaku, sejak Pilkada 2015 tidak berambisi untuk menjadi calon peserta pilkada baik sebagai Wali dan Wakil Wali Kota Depok. Sehingga, saat itu Yeti mengaku sempat menolak untuk dimajukan sebagai kandidat.

Meski begitu, dirinya tak menampik bilaman diberi perintah DPP Gerindra untuk bertarung pada gelarang Pilkada Depok 2020.

“Di 2020 ini pun saya melihat bahwa sesuatu harus sesuai kapasitasnya. Tapi, kalau akhirnya sudah menjadi perintah DPP, saya sami’na wa atha’na,” ujar Yeti.

Namun kali ini, jika diminta DPP untuk maju lagi, Yeti menegaskan tidak akan menolak untuk kedua kali. “Pernah menolak sekali, kita tidak mungkin menolak kedua kali-lah,” tegas Yeti. (*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Disdik Kota Depok Perbaiki SDN Mekarjaya 29 Secara Bertahap, Pakai BTT

16 Januari 2025 - 09:49 WIB

Atap SDN Mekarjaya 29 ambruk.

Mau Rencana Libur di 2025? Cek Libur Nasional dan Cuti Bersama Di Sini!

15 Januari 2025 - 10:48 WIB

libur nasional dan cuti bersama untuk tahun 2025 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

Kota Depok Endemis DBD, Ini Jumlah Kasus Selama 2024 Mencapai 4.825 Kasus

27 Desember 2024 - 13:24 WIB

Wamen BUMN Pastikan Sistem Kelistrikan Nasional Aman dan Andal Menghadapi Nataru

26 Desember 2024 - 06:56 WIB

Ratusan Personil Gabungan Siap Amankan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Depok

24 Desember 2024 - 13:44 WIB

Trending di Depok