Harian Sederhana, Depok – Bank Sampah Cinangka Bersih Indah Merona (Nangka Birona) RW 02, PD Bulak, Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan memberikan pelatihan kepada pengurus dan anggota untuk membuat sabun batangan yang terbuat dari minyak jelantah (minyak bekas pakai, red).
Produksi sabun tersebut meski belum dijual bebas, namun sekarang ini digunakan anggota kelompok tersebut, termasuk juga warga setempat.
Rohadi selaku pembina Nangka Birona mengatakan, membuat sabun batangan dari sisa minyak goreng (jelantah) harus membutuhkan kesabaran dan ketekunan, karena membutuhkan waktu lama, untuk menjadi sabun kurang lebih 1 bulan.
“Sementara sabun batangan dari minyak jelantah yang udah jadi, masih dimanfaatkan pengurus dan anggota, belum dipasarkan untuk umum,”jelas Rohadi saat usai membuat sabun batangan pada Sabtu (22/2).
Manfaat sabun batangan minyak jelantah hanya untuk membersihkan noda di pakaian, tidak untuk rendaman pakaian.
“Adapun cara pembuatannya di antaranya, minyak jelantah, soda api, daun pandan dan jeruk nipis diolah, kemudian menjadi sabun,”papar Rohadi.
Dikatakannya, adapun manfaat daun pandan untuk warna dan pewangi , sedangkan untuk jeruk nipis untuk menetralisir soda api. Menurutnya, untuk nilai ekonomi sabun batangan minyak jelanta cukup tinggi, setiap batangnya biasa di jual Rp. 15 ribu. Dari sabun batangan ini habisnya membutuhkan waktu yang sangkat lama.
“Secara ekonomi penjualan sabun minyak jelantah cukup tinggi, untuk itu Bank sampah Nangka Birona terus mengembangkan produk sabun, baik dari segi warna, wangi dan kemasan sudah cukup menarik, sehingga membuat tertarik konsumen ” pungkasnya.
Sebelumnya, Lurah Cinangka, Naiman mendukung kegiatan yang dilakukan Bank Sampah Nangka Birona, sebab wadah tersebut tidak hanya mengelola sampah sesuai jenisnya, sehingga membuat lingkungan setempat menjadi bersih, karena warganya mulai peduli dengan melakukan pengelolaan sampah.
Tidak hanya, lanjutnya, warga setempat juga diberikan pelatihan memanfaatkan limbah minyak goreng untuk dijadikan sabun. Hal ini perlu ditindaklanjuti hingga semua warga di lingkungan setempat bisa memahaminya sehingga semuanya bisa mempraktikkannya.
Diharapkan dari inovasi dan kreasi yang dilakukan warga di RW 02 tersebut bisa dikembangkan sehingga menjadi produk unggulan bagi lingkungan setempat.
“Mudah-mudahan RW lainnya di wilayah Kelurahan Cinangka bisa memiliki inovasi dan kreasi hingga menciptakan suatu produk yang bisa bermanfaat dalam rangka peningkatan ekonomi maupun untuk berdampak baik bagi lingkungan,” imbuhnya. (*)